LAPORAN PRATIKUM PENGAMATAN DAGING
OLEH REVINA RAHMAWITA
5515102745
PENDAHULUAN
Daging ialah bagian dari hewan (sebagian besar jaringan otot) bekas sebagai makanan, kadang-kadang dengan perkecualian ikan, makanan laut, dan unggas. Pada mulanya, kata daging bermaksud "makanan" saja.
Daging sapi (Bahasa Inggris: beef) adalah jaringan otot yang diperoleh dari sapi yang biasa dan umum digunakan untuk keperluan konsumsi makanan. Di setiap daerah, penggunaan daging ini berbeda-beda tergantung dari cara pengolahannya. Sebagai contoh has luar, daging iga dan T-Bone sangat umum digunakan di Eropa dan di Amerika Serikat sebagai bahan pembuatan steak sehingga bagian sapi ini sangat banyak diperdagangkan. Akan tetapi seperti di Indonesia dan di berbagai negara Asia lainnya daging ini banyak digunakan untuk makanan berbumbu dan bersantan seperti sup konro dan rendang.Selain itu ada beberapa bagian daging sapi lain seperti lidah, hati, hidung, jeroan dan buntut hanya digunakan di berbagai negara tertentu sebagai bahan dasar makanan.
Daging babi (Bahasa Inggris: Pork) adalah daging yang diproduksi dari babi untuk disembelih. Dalam beberapa kepercayaan agama abrahamik, babi tidak boleh untuk disentuh (najis) dan dianggap haram untuk dimakan. Contohnya adalah seperti ditulis dalam kitab suci agama Islam al-Quran. Babi juga diharamkan untuk dikonsumsi dalam agama Yahudi dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di agama Kristen.
Babi sendiri sebenarnya telah diternak dan dikonsumsi selama ribuan tahun oleh orang Eropa dan orang Asia kebanyakan. Babi adalah makanan yang umum di nusantara sebelum masuknya agama Islam dari Timur Tengah. Beberapa suku bangsa di Indonesia yang masih menjalankan tradisi aslinya selain suku Tionghoa-Indonesia masih mengkonsumsi babi sebagai makanan keseharian, seperti suku Bali, Toraja, Papua, Batak, masyarakat Manado, dll. Dalam masyarakat Jawa, babi disebut celeng dan juga merupakan hewan ternak yang umum sebelum menyebarnya agama Islam yang mengharamkan babi di nusantara.
Daging kambing adalah daging yang disembelih dari kambing dan digunakan untuk konsumsi makanan. Kambing ternak adalah subspesies kambing liar yang secara alami tersebar diasia barat daya dan eropa. Kambing merupakan binatang memamah biak yang berukuran sedang. Kambing liar jantan maupun betina memiliki tanduk sepasang, namun tanduk pada kambing jantan lebih besar. Umumnya, kambing memiliki jenggot, dahi cembung, ekor agak keatas, dan kebanyakan berbulu lurus dan kasar. Kambing sudah dibudidayakan manusia kira-kira 8000 hingga 9000 tahun yang lalu. Kambing aktif mencari makanan siang maupun malam hari, makanan utamanya adalah rumput-rumputan dan dedaunan.
Daging kerbau adalah daging yang disembelih dari kerbau yang biasa dikonsumsi. Kerbau dan sapi memang hewan yang berbeda baik jenis maupun bangsanya, tetapi dalam hal daging maka daging kerbau dan daging sapi sama saja dipasar, tidak dibedakan dan hampir di seluruh Indonesia daging kerbau dikenal sebagai daging sapi.
Klasifikasi kerbau masih belum pasti. Beberapa autoritas pengelompokan kerbau sebagai suatu spesies Bubalus bubalis dengan tiga subspecies yaitu, kerbau sungai yang berasal dati asia selatan, kerbau rawa yang berasal dari asia tenggara dan kerbau liar.
TUJUAN PRATIKUM
Pratikum ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui jenis-jenis daging
2. Mengetahui daging yang baik dan buruk
3. Mengetahui perbedaan warna, aroma dan mutu setiap daging
4. Mengidentifikasi serat, lemak dan mutu daging.
BAHAN DAN ALAT
Bahan yang digunakan adalah :
1. Potongan daging sapi
2. Potongan daging kerbau
3. Potongan daging kambing
4. Potongan daging babi
Alat yang digunakan :
1. Sarung tangan
2. Pisau
HASIL PENGAMATAN
SAPI
| No. | Potongan | Kondisi daging | Warna | Aroma | Mutu | ||
| Serat | Lemak | Gambar | |||||
| 1. | Chuck | Padat | Jarang | ![]() | Cokelat pudar | Busuk | Rusak |
| 2. | Tenderloin | Kasar | Cukup banyak | ![]() | Coklat tua | Busuk | Rusak |
| 3. | Knuckle | Kasar | Jarang sekali | ![]() | Cokelat muda | Busuk | Rusak |
KERBAU
| No. | Potongan | Kondisi daging | Warna | Aroma | Mutu | ||
| Serat | Lemak | Gambar | |||||
| 1. | Dada | kasar | Sangat banyak | ![]() | Busuk | Hitam kemerah-merahan | Rusak |
| 2. | Punggung | kasar | jarang (hampir tidak ada) | ![]() | coklat pudar | Busuk | Post rigor |
| 3. | Paha belakang | Kasar | Cukup banyak | ![]() | Coklat hitam | Busuk | Rusak |
KAMBING
| No. | Potongan | Kondisi daging | Warna | Aroma | Mutu | ||
| serat | lemak | gambar | |||||
| 1. | Dada | Besar Kasar | Sedikit | ![]() | Coklat muda | Mengkutub | Rigor mortis |
| 2. | Tendon | Padat Kasar | Sedikit | ![]() | Merah hati | Aromatis | Rigor mortis |
| 3. | Paha Belakang | Besar Sangat padat | Agak banyak | ![]() | Merah kecoklatan | Aromatis | Rigor mortis |
BABI
| No. | Potongan | Kondisi daging | Warna | Aroma | Mutu | ||
| Serat | Lemak | Gambar | |||||
| 1. | Dada | halus | Sedikit | ![]() | Coklat muda | Menyengat | Rigor |
| 2. | Punggung | kasar | banyak | ![]() | Merah keputih pucatan | Menyengat | Rigor |
| 3. | Kaki | halus | sedikit | ![]() | Putih pucat | Menyengat | Post rigor |
PEMBAHASAN
Hampir semua berpendapat sama. Kebanyakan daging yang diamati sudah busuk, karena waktu pembelian daging dengan waktu pengamatan yang cukup jauh.
Daging memiliki warna dan aroma yang berbeda-beda, ini yang perlu diperhatikan ketika memilih daging yang akan dibeli karena jika mutu daging itu rusak maka aroma dan warna yang akan menjadi busuk dan bisa-bisa muncul belatung.
Setiap kondisi atau keadaan hewan yang akan disembelih akan menentukan kondisi dagingnya, seperti serat, lemak dan mutu daging tersebut.
KESIMPULAN
Setiap daging memiliki ciri khas tersendiri, sehingga tidak begitu sulit membedakannya. Namun ada juga daging yang sangat sulit dibedakan seperti tenderloin dan knuckle pada sapi karena memiliki ciri yang hampir sama. Cara mengetahui untuk memilih daging adalah melalui warna, serat, aroma, dan lemak.
DAFTAR PUSTAKA












Tidak ada komentar:
Posting Komentar