Senin, 27 Juni 2011

Ilmu Bahan Makanan ~ Laporan Pratikum Udang


ANALISA BENTUK, WARNA, UKURAN DAN PENGOLAHAN
UDANG JERBUNG, UDANG PANCET DAN LOBSTER
REVINA RAHMAWITA
5515102745
ABSTRAK
Istilah “seafood” merupakan sebutan untuk bahan pangan hewani. Yang termasuk jenis seafood adala udang dan lobster.
Udang adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai, laut, atau danau. Udang dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Udang biasa dijadikan makanan laut (seafood). Dalam bahasa Banjar disebut hundang.
Udang Jerbung ( Penaeus merguiensis ) disebut juga udang putih “ White Shrimp “.
Udang Windu / Pacet / Tiger ( Penaeus monodon )
Lobster adalah hewan laut yang termasuk dalam Crustacea atau udang – udangan, jenis udang raksasa ini termasuk dalam keluarga Nephropidae dan juga keluarga Homaridae. Lobster kebanyakan datang dari pesisir timur laut Amerika Utara dengan Canadian Maritimes dan negara bagian Amerika Serikat Maine sebagai produsen terbesar.

I.                   PENDAHULUAN
Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketidaktahuan kita dalam mengetahui jenis-jenis makanan seafood. Udang jerbung, udang pancet dan baby lobster. Dalam analisa ini kita dapat mengetahui bentuk, warna, ukuran dan pengolahan udang jerbung, udang pancet dan baby lobster tersebut. Dari pengamatan
Tujuan pengamatan :
1.      Untuk membandingkan bentuk, warna dan ukuran antara udang pancet, udang jerbung dan lobster
2.      Untuk mengetahui warna dan ukuran dari udang pancet, udang jerbung dan lobster yang baik
3.      Untuk mengetahui cara mengolah udang pancet, udang jerbung dan lobster yang baik dan benar.
4.      Untuk mengetahui perbedaan antara udang pancet, udang jerbung dan lobster.

 Manfaat analisis ini adalah :
1.      Kita jadi dapat mengetahui perbedan antara udang jerbung, udang pancet dan lobster.
2.      Dapat mengetahui mana udang pancet, udang jerbung dan lobster yang baik untuk dikonsumsi.
3.      Dapat mengetahui bagaimana cara mengolah udang pancet, udang jerbung dan lobster.

II.                BAHAN DAN METODE
Bahan yang digunakan :
1.      Udang jerbung
2.      Udang pancet
3.      Baby lobster

Metode yang digunakan adalah metode pengamatan yaitu mengamati secara langsung obyek yang diteliti dengan menggunakan panca indra. Meneliti

III.             HASIL PENGAMATAN
No.
Jenis Udang
Gambar
Keterangan
1.
Udang Jerbung
DSC03520.JPG
Warna : abu-abu kehitaman
Kesegaran : segar
Ukuran : 8-12 cm
Tekstur daging: kenyal
2.
Udang Pancet
Warna : putih kekuningan                                                                                  
Kesegaran : segar
Ukuran : 8 cm
Tekstur daging: kenyal
3.
Baby Lobster
DSC03553.JPG
Warna : kuning kemerah-merahan
Kesegaran : segar
Ukuran : 10-15 cm
Tekstur daging: lembut

IV.             PEMBAHASAN
Berdasarkan pengamatan pada tanggal 15 oktober 2010, udang jerbung memiliki warna abu-abu kehitaman dibandingkan dengan menurut Pennak (1978), udang jerbung memiliki taksonomi sebagai berikut Penaeus merguensis mempunyai bentuk rostrum hampir segitiga, warna tubuh kuning jernih tanpa sabuk dengan bintik kecoklatan serta dapat mencapai panjang total 24 cm untuk betina dan 20 cm untuk jantan.
Dan baby lobster yang dibawa oleh Alfred nobel yang memiliki warna kuning kemerah-merahan dibandingkan menurut Spence (1989), lobster terdiri dari kepala dan thorax yang tertutup oleh karapas dan memiliki abdomen yang terdiri dari enam segmen. Karakteristik yang paling mudah untuk mengenali lobster adalah adanya capit (chelae) besar yang pinggirnya bergerigi tajam yang dimiliki lobster untuk menyobek dan juga menghancurkan makanannya.
Serta udang pancet yang dibawa Saiful bahri yang berwarna abu-abu kehitaman dibandingkan dengan Udang Windu / Pacet / Tiger ( Penaeus monodon ) memiliki ciri kulitnya tebal dan keras, berwarna hijau kebiruan dengan garis melintang yang lebih gelap, ada juga yang berwarna kemerah-merahan dengan garis melintang coklat kemerahan. Nama dagang Tiger Shrimp.

Mengolah Udang
Udang kerapkali digunakan sebagai sajian utama atau sekedar penambah rasa gurih pada masakan. Agar citarasa yang dihasilkan menjadi 'sempurna' ada cara untuk membersihkannya. Itu pun harus sesuai dengan kebutuhan.
Dibakar atau dipanggang. Biasanya untuk hidangan seperti ini memakai udang jenis besar yang disajikan dalam bentuk utuh. Untuk itu, udang harus dicuci dulu di bawah air mengalir hingga bersih. Mula-mula, cuci seluruh bagian ekor hingga kepala sampai bersih. Lalu, lalu gores sedikit punggungnya memanjang dengan pisau, keluarkan kotoran yang berupa 'benang' hitam. Bilas lagi sampai bersih. Rendam udang dengan bumbu selama 30 menit agar bumbu meresap, kemudian olah.
Dibakar atau dipanggang. Biasanya untuk hidangan seperti ini memakai udang jenis besar yang disajikan dalam bentuk utuh. Untuk itu, udang harus dicuci dulu di bawah air mengalir hingga bersih. Mula-mula, cuci seluruh bagian ekor hingga kepala sampai bersih. Lalu, lalu gores sedikit punggungnya memanjang dengan pisau, keluarkan kotoran yang berupa 'benang' hitam. Bilas lagi sampai bersih. Rendam udang dengan bumbu selama 30 menit agar bumbu meresap, kemudian olah.
Kaldu udang. Jangan sia-siakan sisa kulit udang. Sebab, bagian ini masih bisa dimanfaatkan untuk membuat kaldu. Caranya: Cuci kepala dan kulit udang hingga bersih, rebus bersama kayu arang yang sudah dicuci bersih (untuk menghilangkan racun udang) hingga kepala udang berubah warna. Angkat, saring kaldunya. Kaldu ini siap untuk diolah lebih lanjut.
Tips mengolah udang :
1.      Rahasia mengolah udang dengan baik adalah udang harus selalu dimasak dengan sangat cepat untuk mendapatkan rasa yang manis dan lezat.
2.      Kebanyakan udang dimasak sekurang-kurangnya 3 menit. Begitu udang terlihat kemerahan, berarti sudah matang.
3.      Udang sangat cepat matang dan dengan cepat pula dapat berubah tidak bisa dimakan jika sedikit saja terlalu lama dimasak.
4.      Untuk mendapat hasil yang prima, cobalah cara ini:
a.       Ambil 1/2 kg udang, masukkan ke dalam panci yang telah diisi air mendidih 1/3-nya. Masukkan 3 sendok teh garam. Tutup panci, didihkan lagi, masak sampai kelihatan kulitnya matang.
b.      Untuk lobster biasanya perlu waktu 7-8 menit, udang pacet besar 5-7 menit, udang sedang siap dalam 3-4 menit.
c.       Begitu udang matang, langsung celupkan ke dalam air dingin agar proses memasaknya terhenti. Jangan biarkan terus berada dalam air panas/mendidih karena akan terus ada panas yang menjadikan udang keras.



V.                KESIMPULAN
Jadi, dari analisis ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara udang jerbung, udang pancet dan baby lobster dapat dilihat dari warnanya. Warna udang jerbung adalah warna putih kekuningan dan warna udang pancet bewarna abu-abu kehitaman, sedangkan warna baby lobster adalah berwarna kuning kemerahan. Dari warna ini sudah tampat jelas perbedaannya. Dan ketika memasak udang atau lobster, warna udang atau lobster tersebut akan berubah, seperti lobster yang berubah menjadi warna merah terang atau udang yang terlihat kemerahan.

VI.             PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar