Senin, 27 Juni 2011

Psikoper ~ Masa Pranatal


A. Pengertian Masa Pranatal

Masa Pranatal adalah masa konsepsi atau masa pertumbuhan, masa pembuahan sampai dengan masa pertumbuhan dan perkembangan individu yaitu pada saat pembuatan telur pada ibu oleh spermazoa pada ayah, bila spermatozoa pada laki-laki memasuki ovum pada perempuan terjadilah konsepsi atau pembuahan, terjadinya pembuahan semacam ini biasanya berlangsung selama 280 hari, perkembangan pokok pada masa ini ialah perkembangan fisiologis berupa pembentukan struktur tubuh.

Ilmu pengetahuan empiris baru mengetahui adanya sel telur dan sel sperma pada abad ke 17 yaitu setelah van leewenhoef berhasil menciptakan lensa pembesarnya, akan tetapi ilmu samawi ( pengetahuan yang didapat melalui wahyu Allah ) telah mengetahui adanya sel telur dan sperma sejak abad ke 7 yang di istilahkan dengan nutfah.
Masa Pranatal
Ada baiknya anda memahami masa perkembangan tidak hanya saat setelah lahir, namun penting juga mengerti bahwa ada masa perkembangan pranatal. Masa Pranatal adalah masa pra lahir. Masa perkembangan pranatal yang terjadi pada 2 minggu pertama pembuahan. Dimulai dari pembentukan zigot, zigot berjalan dari tuba valopi ke uterus, terjadi pembelahan dan zigot terbagi menjadi lapisan luar dan lapisan dalam. Lapisan luar berkembang menjadi placenta atau ari – ari, tali pusar dan selaput pembungkus janin. Lapisan dalam berkembang menjadi manusia baru. Lapisan dalam sel yang akan berkembang menjadi embrio dinamakan dengan Blastoscyst. Sedangkan lapisan luar yang akan menjadi asupan gizi bagi embrio dinamakan Trophpblast. Implantation adalah pelekatan zigot ke dinding rahim, kira – kira setelah pembuahan. Periode ini dinamakan Periode Geminal.
Pada akhir minggu ke 2 sampai akhir bulan ke 2 dinamakan periode embrionis / Embrio. Pada periode ini terjadi peningkatan pembelahan sel dan terbentuknya sistem pendukung bagi sel dan pembentukan organ – organ ( organogenesis ). Biasanya terjadi pada 2 sampai 8 minggu setelah pembuahan. Pada Embrio terdapat lapisan – lapisan. Yaitu lapisan Endoderm, Ektoderm, dan Mesoderm. Lapisan Endoderm nantinya akan berkembang menjadi sistem digestive dan respirasi. Lapisan Ektoderm akan menjadi sistem nervous dan integumentary, serta penerima sensor.Lapisan Mesoderm adalah lapisan tengah yang nantinya akan menjadi sistem cardiovaskuler, skeletal, muscular, excresi dan reproduksi. Terdapat juga sistem pendukung kehidupan embrio. Yaitu Placenta atau ari – ari. Placenta terdiri dari sekelompok jaringan – jaringan berbentuk piring, berisi pembuluh darah dari ibu dan janin yang mengait, bukan menyatu.Umbilical cord atau yang sering disebut dengan tali pusar dimana terdiri dari dua pembuluh nadi dan satu pembuluh vena, letaknya ada janin dan ari – ari. Amnion atau yang sering disebut kantong ketuban berisi cairan bening ( biasanya disebut amniotis / ketuban ) tempat dimana janin mengapung. Cairan amniotis sebagian besar terdiri dari air kencing janin sejak 16 minggu ( ginjal sudah terbentuk ). Cairan ini berfungsi untuk mengatur suhu dan kelembaban, serta melindungi janin dari goncangan.
Selanjutnya ada periode fetal atau periode janin dimana terjadi setelah akhir bulan kedua sampai janin dilahirkan. Periode ini berisi rangkaian dramatis dari pertumbuhan dan perkembangan janin. Pada Trisemeter pertama, bulan pertama panjang janin kurang dari 0,1 inci. Dimana awal perkembangan susunan vertebrae , sistem nervous, digestive, cardiovask, dan respirasi serta amnion membungkus lapisan dasar seluruh tubuh. Dinamakan telur atau ovum. Pada bulan kedua panjang janin menjadi kurang dari 1 inci, kurang lebih beratnya 1 ons dimana wajah terbentuk dengan mata, telinga, mulut, dan pucuk gigi. Otak mulai terbentuk. Denyut jantung bisa terdeteksi dengan ultrasound. Dinamakan embrio. Pada bulan ketiga panjang janin mulai sekitar 3 inci,dan berat sekitar 1 ons. Janin tersebut sudah bia menggerakkan lengan, kaki dan jari – jarinya. Sudah memiliki atau muncul sidik jarinya, dan biasanya jenis kelamin sudah bisa dibedakan. Janin tersebut bisa kencing karena ginjalnya sudah terbentuk. inilah yang dinamakan janin atau fetus.
Pada trisemester kedua, bulan ke empat panjang janin sudah mulai menjadi 5,5 inci berat menjadi sekitar 4 ons.Dengan ciri – ciri denyut jantung menguat, bertumbuhnya rambut halus ( lanugo ), berkulit tipis dan tembus pandang. Kuku – kuku sudah mulai terbentuk., gerakan gerakan sudah terkoordinasi ( dapat berguling – guling di cairan amniotis ). Pada bulan kelima panjang janin sekitar 10 sampai 12 inci, berat janin menjadi 0,5 sampai 1 pound. Denyut jantung mulai terdeteksi dengan stetoskop biasa, posisi mengisap ibu jari, dan bisa tersedak. Tumbuh rambut, alis dan bulu mata. Pada bulan ke enam panjang janin menjadi sekitar 11 – 14 inci, dan beratnya 1 – 1,5 pound. Kulit mulai mengkerut dan tertutup dengan lapisan pelindung atau yang sering disebut dengan vernix caseosa ), matanya terbuka, meconium berkumpul di usus besar dan mampu memegang dengan kuat.
Pada trisemester ketiga, bulan ke tujuh, panjang janin 14 sampai 17 inchi dan berat 2,5 sampai 3 pound. Dengan ciri – ciri bertambahnya lemak pada tubuh, bergerak aktif, gerakan pernafasan yang belum sempurna dimulai. Pada bulan ke delapan, panjang janin sekitar 16,5 sampai 18 inchi dengan berat 4 sampai 5 pounds. Mempunyai periode tidur dan bangun, berada dalam posisi lahir, tulang kepalanya lembut dan lentur dan zat besi disimpan dalam hati. Pada bulan ke sembilan panjang janin sekitar 19 inchi dan beratnya menjadi sekitar 6 pound, dengan ciri – ciri kerutan pada kulit berkurang ( vernix caseosa menipis ), Lanugo hilang, gerakan kurang aktif memperoleh kekebalan ( sistem imunisasi ) dari ibu.
Terkadang perkembangan pranatal terhenti sebelum waktu semestinya atau yang dikenal dengan aborsi ( abortus ). Ada dua macam abortus, yang pertama adalah abortus spontan yang tidak disadari sang ibu ( bisa disebabkan karena teratogen atau bahaya yang lain ) dan abortus non spontan ( aborsi ) yaitu dengan sengaja menggugurkan janin dalam kandungan.

Periode Pranatal

Filed under: Psikologi Perkembangan — rismarnawati @ 3:15 am
Saat ini banyak bukti yang menunjukkan bagaimana kondisi-kondisi dalam lingkungan pranatal dapat dan sungguh mempengaruhi perkembangan pranatal. Bukti ini membenarkan bahwa mempelajari perkembangan sebaiknya dimulai dari saat pembuahan dan bukan dimulai dari saat kelahiran. Dalam bab ini diusahakan untuk menjelaskan hal-hal pokok yang terjadi selama sembilan bulan kelahiran.
Ciri-Ciri Pranatal
Meskipun relatif singkat, periode pranatal mempunyai enam ciri penting, masing-masing ciri mempunyai akibat yang lambat pada perkembangan selama rentang kehidupan. Ciri-ciri itu adalah :
1. Pada saat ini sifat-sifat bauran, yang berfungsi sebagai dasar bagi perkembangan selanjutnya, diturunkan sekali untuk selamanya.
2. Kondisi-kondisi yang baik dalam tubuh ibu dapat menunjang perkembangan sifat bawaan sedangkan kondisi yang tidak baik dapat menghambat perkembangannya bahkan sampai mengganggu pola perkembangan yang akan datang.
3. Jenis kelamin individu yang baru diciptakan sudah dipastikan pada saat pembuahan dan kondisi-kondisi dalam tubuh ibu tidak akan mempengaruhinya, sama halnya dengan pembuahan.
4. Perkembangan dan pertumbuhan yang normal lebih banyak terjadi selama periode pranatal dibandingkan pada periode-periode lain dalam seluruh kehidupan individu.
5. Periode pranatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikologis.
6. Periode pranatal merupakan saat dimana orang-orang yang berkepentingan membentuk sikap-sikap yang baru diciptakan.
Bagaimana Kehidupan Mulai
Kehidupan baru mulai dengan bersatunya sel seks pria dan sel seks wanita. Sel-sel seks pria, spermatozoa diproduksi dalam gonad (alat-alat reproduksi) pria yaitu testes, sedangkan sel-sel seks wanita, ovum diproduksi dalam gonad wanita yaitu indung telur (ovarium).
Sel-sel seks pria dan wanita mengandung kromosom, yang mana setiap selnya memiliki 23 kromosom dan masing-masing kromosom mengandung gen yaitu pembawa keturunan. Gen adalah partikel yang ditemukan dalam kombinasi dengan gen-gen lain dalam bentuk menyerupai benang di dalam kromosom.
Semua sel-sel seks pria dan wanita mengalami tahap permulaan perkembangan. Sel-sel seks pria melalui dua tahap yaitu pematangan dan pembuahan, sedangkan sel-sel seks wanita melalui tiga tahap yaitu pematangan, ovulasi dan pembuahan.
Pematangan
Pematangan adalah proses pengurangan kromosom melalui pembelahan sel, dimana satu kromosom dari tiap pasangan mencari sel yang belum selesai terbelah, yang selanjutnya akan terbelah menurut panjangnya dan membentuk dua sel baru.
Ovulasi
Ovulasi adalah tahap pendahuluan perkembangan yang terjadi hanya pada sel-sel seks wanita. Ovulasi adalah proses lepasnya satu telur yang matang selama siklus haid.
Pembuahan
Pembuahan (fertilization) biasanya terjadi sementara ovum masih berada dalam tuba Falopi, atau lebih spesifik lagi umumnya pembuahan terjadi dalam dua belas sampai ketiga puluh enam jam dan biasanya terjadi pada dua puluh empat jam pertama setelah sel-sel telur memasuki tuba.
Pentingnya Kehamilan
Empat kondisi penting saat kehamilan yang mempengaruhi perkembangan individual selanjutnya, yang mana peranan masing-masing kondisi akan menjelaskan mengapa saat hamil merupakan periode yang paling penting dalam rentang kehidupan.
1. Sifat Bawaan
Peristiwa penting pertama pada saat kehamilan menentukan sifat bawaan individu yang baru diciptakan. Penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan selanjutnya dalam dua hal : a) faktor keturunan membatasi sejauh mana indivdu dapat berkembang. b) sifat bawaan sepenuhnya merupakan masalah kebetulan.
2. Jenis Kelamin
Jenis kelamin (sex) bergantung pada jenis spermatozoon yang menyatu dengan ovum. Dua jenis spermatozoa matang diproduksi dalam jumlah yang sama yaitu 22 pasang kromosom ditambah satu kromosom X dan 22 pasang kromosom ditambah satu kromosom Y, sedangan ovum yang matang hanya mengandung kromosom X. Kromosom X dan Y merupakan kromosom penentu jenis kelamin, yang mana apabila ovum dibuahi oleh spermatozoon pembawa kromosom Y maka akan terjadi anak laki-laki sebaliknya bila dibuahi oleh spermatozoon pembawa kromosom X maka akan terjadi anak perempuan.
3. Jumlah Anak
Apabila ovum yang matang dibuahi oleh satu spermatozoon hasilnya adalah satu anak, tetapi apabila terjadi telur yang dibuahi (zygote) membelah menjadi dua bagian atau lebih yang terpisah selama tahap-tahap permulaan pembelahan sel maka akan menghasilkan kembar identik (uniovular). Sedangkan apabila dua ovum atau lebih dibebaskan sekaligus dan dibuahi oleh spermatozoa yang berlainan maka akan menghasilkan kembar nonidentik (biovular atau fraternal).
Þ Efek lahir kembar terhadap perkembangan.
Kelahiran kembar mempengaruhi pola perkembangan tidak hanya karena terdapat perbedaan-perbedaan dalam faktor keturunan tetapi juga lingkungan baik sebelum maupun sesudah kelahiran pada kelahiran tunggal. Sehingga akibatnya adalah terdapat perbedaan pola perkembangan, pola perilaku dan kepribadian.
Þ Efek jangka panjang dari kekembaran.
Pada umumnya bayi kembar yang pertama kali lahir terus menjadi lebih besar, lebih cerdas dan penyesuaian dirinya lebih baik selama masa kanak-kanak. Saling ketergantungan atau “hubungan kekembaran” sangat sering terjadi di antara anak-anak kembar yang muda.
4. Posisi Urutan Anak
Forer menjelaskan pengaruh posisi urutan terhadap individu adalah : “kedudukan Anda dalam keluarga sangat mempengaruhi bagaimana Anda menghadapi masyarakat dan dunia….Sebagian besar perkembagan anak bergantung pada interaksi dengan saudara-saudaranya….”
Þ Pengaruh jangka panjang dari posisi urutan anak.
Beberapa penelitian terhadap anak-anak yang labih besar, remaja dan orang dewasa dari berbagai posisi urutan menunjukan betapa posisi urutan dapat menjadi faktor yang kuat dalam menentukan jenis penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial yang harus dilakukan individu sepanjang rentang kehidupannya.
Periode-Periode Perkembangan Pranatal
Periode pranatal berlangsung selama 10 bulan berdasarkan perhitungan bulan yang masing-masing panjangnya 28 hari atau 9 bulan calendar. Periode pranatal biasanya dibagi dalam tiga tahap yaitu periode zigot, embrio dan janin, masing-masing mempunyai panjang waktu yang dapat diramalkan dan ditandai dengan perkembangan khusus.
Sikap Orang-Orang Yang Berarti
Sampai awal 1940, minat psikologis periode pranatal terpusat pada kondisi fisik ibu, namun sekarang ahli psikologis tertarik untuk mengetahui pengaruh sikap-sikap tertentu dari anggota keluarga. Ada beberapa hal yang memberikan penjelasan tentang hal ini :
1. Sumber Timbulnya Sikap
Sikap terhadap anak-anak terbentuk sejak awal kehidupan, banyak faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap ini. Pertama, pengalaman awal masa muda menentukan perasaan mereka terhadap anak-anak dan peran mendatang sebagai orang tua. Kedua, pengalaman dengan teman-teman, baik di masa lalu maupun sekarang. Ketiga, orang tua atau nenek yang tidak mempunyai anak dan menaruh perhatian dapat berpengaruh juga. Keempat, sikap terhadap jenis kelamin dari anak yang belum dilahirkan. Kelima, pengaruh media massa cenderung mengagungkan kehidupan keluarga dan peran orang tua.
2. Kondisi Mempengaruhi Sikap
Banyak kondisi yang mempengaruhi sikap orang tua, saudara kandung, nenek yang mempengaruhi sikap anak, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.
3. Mapannya Sikap
Senang, tidak senang, prasangka dan sikap, sekali terbentuk cenderung mapan. Perubahan yang terjadi biasanya hanyalah bentuk modifikasi dari sikap yang ada. Perubahan sikap lebih cenderung kuantitatif daripada kualitatif. Ada dua alasan mengapa sikap-sikap itu mapan. Pertama, keyakinan individu yang menganggap sikapnya sahih dan dibenarkan. Kedua, sikap tersebut biasanya sarat dengan emosi.
4. Efek Sikap Pada Anak-anak
Sikap ibu dan seluruh anggota keluarga dapat mempengaruhi bayi yang belum dilahirkan. Sikap-sikap yang menyenangkan akan menimbulkan keseimbangan tubuh yang baik dan hal ini akan menunjang perkembangan yang normal sepanjang periode pranatal.
Bahaya Selama Periode Pranatal
Dalam periode pranatal banyak bahaya yang dihadapi. Bahaya ini bersifat fisik atau psikologi.
1. Bahaya Fisik
Ada beberapa kondisi yang mempengaruhi bahaya fisik. Pertama, saat terjadinya atau disebut saat konsepsi. Kedua, bila kondisinya lebih kuat dari kondisi normal. Beberapa hala yang dicurigai dapat mempengaruhi perkembangan.
a. Malnutrisi ibu, dapat merusak perkembangan normal, terutama otak janin.
b. Usia ibu. Wanita yang lebih tua dilaporkan cenderung mempunyai bayi yang lebih kecil dan mengalami banyak komplikasi.
c. Pekerjaan ibu.
d. Kelahiran kembar.
2. Bahaya Psikologis
Bahaya psikologis dapat menimbulkan akibat yang tetap pada perkembangan dan dapat tetap ada pada pascanatal. Tiga bahaya psikologis yang penting:
a. Kepercayaan Tradisional
Kepercayaan tradisional terutama yang tidak dapat di buktikan secara ilmiah dapat dan memang mempengaruhi perlakuan orang tua kepada anak-anaknya dan seringkali mempengaruhi sikap anak yang satu terhadap yang lainnya.
b. Tekanan Yang di Alami Ibu
Bahaya yang dialami dapat berupa keadaan emosi yang meninggi selama beberapa waktu. Tekanan ini dapat disebabkan karena rasa takut, marah, sedih, atau iri hati. Jika tekanan tersebut dialami dalam jangka waktu yang lama dan ekstrem dapat mengakibatkan anak sering sakit selama 3 tahun pertama dibanding anak yang mempunyai lingkungan janin yang menyenangkan.
c. Sikap-sikap Yang Kurang Menyenangkan Dipihak Orang-Orang Yang Berarti.
Bahaya ini meruapakan efek yang paling serius dan paling mendalam, karena sekali berkembang maka sikap itu cenderung mapan dan hanya ada sedikit perubahan atau modifikasi.

Masa Prenatal

By Muhammad Baitul Alim + August 14th, 2010
Bayangkan anda lahir. Dari ratusan sel telur dan jutaan sperma, satu telur dan satu sperma bergabung untuk menghasilkan anda.  Kalau gabungan sperma dan sel telur terlambat datang sehari atau bahkan sejam lebih awal atau terlambat, anda mungkin telah menjadi orang yang berbeda.
Perkembangan masa prenatal atau prakelahiran umumnya dibagi menjadi ke dalam tiga tahap periode utama: germinal, embryonis dan fetal. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai ketika periode prenatal tersebut:
Periode Germinal
Periode awal atau germinal adalah periode perkembangan prenatal atau prakelahiran yang berlangsung pada dua minggu pertama setelah membuahan. Ini meliputi penciptaan zigot, dilanjutkan dengan pemecahan sel, dan melekatnya zigot ke dinding kandungan. Sekitar seminggu setelah pembuahan, zigot terdiri dari 100 hingga 150 sel. Pemisahan sel telah dimulai ketika lapisan dalam dan lapisan luar organisme terbentuk.
Blastocyst adalah lapisan dalam sel yang berkembang menjadi embrio. Trophoblast adalah lapisan luar sel yang berkembang selama periode germinal. Sel-sel ini kemudian menyediakan gizi dan dukungan bagi embrio. Implantantion yaitu melekatnya zigot pada dinding rahim atau kandungan, berlangsung kira-kira sepuluh hari setelah pembuahan.
Periode Embrionis
Periode embrionis adalah periode perkembangan masa prenatal atau prakelahiran yang terjadi dari dua hingga delapan minggu setelah pembuahan. Selama periode embrionis, angka pemisahan sel meningkat, sistem dukungan bagi sel terbentuk, dan organ-organ mulai tampak.
Endoderm embrio adalah lapisan dalam sel, yang berkembang menjadi sistem pencernaan dan pernafasan. Lapisan luar sel pecah menjadi dua bagian. Ectoderm adalah lapisan sistem luar yang menjadi sistem saraf, penerimaan sensor (telinga, hidung, mata, misalnya), dan bagian kulit (rambut dan kuku, misalnya). Mesoderm adalah lapisan tengah yang akan menjadi sistem peredaran, tulang, otot, sistem pembuangan, dan sistem reproduksi.
Ketika sistem ketiga lapisan ini terbentuk, sistem dukungan kehidupan bagi embrio matang dan berkembang dengan cepat. Sistem dukungan kehidupan ini meliputi ari-ari, tali pusar, dan amnion. Ari-ari adalah suatu sistem dukungan kehidupan yang terdiri dari sekelompok jaringan atau lapisan yang berbentuk disk atau piring yang didalamnya pembuluh darah ibu dan anak mengait tetapi tidak menyatu.  Tali pusar adalah suatu sistem dukungan kehidupan yang mengandung pembuluh nadi dan datu pembuluh vena, yang menghubungkan bayi dan ari-ari. Amnion adalah suatu keranjang atau amplop yang berisi cairan bening yang didalamnya embrio yang sedang berkembang mengapung.
Periode fetal
Periode fetal adalah periode perkembangan masa prenatal atau prakelahiran yang mulai dua bulan setelah pembuahan dan pada umumnya berlangsung selama tujuh bulan. Pertumbuhan dan perkembangan melanjutkan rangkaian dramatisnya selama periode ini. Tiga bulan setelah pembuahan, panjang janin kira-kira tiga inci dan beratnya satu ons. Janin semakin aktif, menggerakkan tangan dan kakinya, membuka dan menutup mulutnya, dan menggerakkan kepalanya.
Wajah, dahi, kelopak mata, hidung dan dagu dapat dibedakan, demikian juga lengan bagian atas, lengan bagian bawah, tangan, dan tungkai serta alat kemaluan dapat diidentifikasi sebagai laki-laki atau perempuan. Pada akhir bulan keempat, janin tumbuh hingga lima setengah inci dan bertanya hingg empat ons. Pada bagian ini, suatu percepatan pertumbuhan terjadi pada tubuh bagian bawah. Refleks prenatal atau prakelahiran semakin kuat; gerakan-gerakan lengan dan kakau dapar dirasakan untuk pertama kali oleh ibunya.
Pada akhir bulan kelima, panjang janin kira-kira sepuluh hingga dua belas inci dan bertanya setengah hingga satu pon. Struktur kulit sudah terbentuk, misalnya kuku jari kaki dan kuku jari tangan. Janin semakin aktif yang memperlihatkan keinginan suatu posisi tertentu di dalam kandungan.
Pada bulan akhir keenam, panjang janin kira-kira empat belas inci dan bertanya naik setengah hingga satu pon lagi. Mata dan kelopak mata benar-benar terbentuk, dan suatu lapisan rambut halus menutup kepala. Refleks menggenggam muncul, dan pernafasan yang belum beraturan terjadi.
Pada bulan akhir ketujuh, panjang janin empat belas hingga tujuh belas inci dan berat naik beberapa pon lagi hingga bertanya sekarang dua setengah hingga tiga pon. Selama bulan kedelapan dan kesembilan, janin bertumbuh lebih panjang dan naik lebih berat lagi, kira-kira delapan pon. Ketika lahir, rata-rata bayi amerika bertanya tujuh hingga tujuh setengah pon dan tingginya sekitar 20 inci. Pada dua bulan terakhir, lapisan atau jaringan lemak berkembang dan fungsi berbagai sistem organ seperti jantung dan ginjal berjalan.
Daftar Pustaka
Santrok, John W. 2002. Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar